📘 SEMESTER 1 – Bahasa Indonesia Kelas 11 (Kurikulum Merdeka)

1. Menyusun Gagasan dan Argumen (Teks Eksposisi & Editorial)

Pada materi ini, siswa belajar menulis teks eksposisi, yaitu jenis tulisan yang bertujuan menyampaikan pendapat atau opini berdasarkan fakta dan logika yang kuat. Teks eksposisi berguna untuk melatih kemampuan berpikir kritis serta menyusun argumen secara sistematis. Struktur utama teks ini terdiri dari pernyataan pendapat (tesis), argumentasi sebagai pendukung, dan penegasan ulang pada bagian akhir. Ciri kebahasaannya meliputi penggunaan kata kerja mental seperti menyimpulkan dan berpendapat, konjungsi sebab-akibat seperti karena dan sebab, serta kata rujukan seperti ia, mereka, atau tersebut. Contohnya: “Pendidikan karakter harus dimasukkan dalam kurikulum karena generasi muda menghadapi tantangan moral.”


2. Mengulas Karya dan Budaya (Teks Ulasan/Resensi)

Materi ini mengajarkan bagaimana memberikan penilaian terhadap karya seni dan budaya, seperti novel, film, lagu, atau pertunjukan. Teks ulasan atau resensi disusun dengan mencantumkan identitas karya, ringkasan isi, kelebihan dan kekurangan, serta kesimpulan atau rekomendasi. Tujuannya adalah membantu pembaca mengenali kualitas suatu karya dan menyampaikan opini baik secara objektif maupun subjektif. Dalam penulisannya, digunakan kalimat opini (menurut saya...) dan kata sifat penilaian seperti bagus, menarik, atau lambat. Contoh ulasan: “Novel Laskar Pelangi berhasil menginspirasi pembaca lewat kisah anak-anak miskin yang penuh semangat belajar.”


3. Menggali Kearifan Lokal Lewat Cerita Rakyat

Cerita rakyat adalah bentuk narasi tradisional yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat. Cerita ini mengandung nilai budaya, moral, dan sosial yang mencerminkan identitas lokal. Struktur teks cerita rakyat terdiri dari orientasi (pengenalan tokoh dan latar), komplikasi (konflik), resolusi (penyelesaian masalah), dan koda (pesan/nilai). Ciri khas kebahasaan yang digunakan adalah bahasa naratif, dialog langsung, serta kata kerja aksi. Sebagai contoh, cerita “Malin Kundang” mengandung pesan moral tentang pentingnya menghormati orang tua dan dampak dari perilaku durhaka.


📙 SEMESTER 2 – Bahasa Indonesia Kelas 11 (Kurikulum Merdeka)

4. Menulis Proposal dan Surat Resmi

Siswa diajarkan menulis proposal sebagai bentuk komunikasi tertulis untuk mengajukan rencana kegiatan kepada pihak tertentu. Proposal biasanya dibuat untuk kegiatan seperti seminar, lomba, atau penggalangan dana. Struktur proposal terdiri dari judul kegiatan, latar belakang, tujuan, rencana kegiatan, anggaran, dan penutup. Bahasa yang digunakan harus baku, formal, dan objektif dengan banyak penggunaan kalimat pasif. Contoh kalimat dalam proposal: “Proposal kegiatan Lomba Literasi Digital Siswa SMK Negeri 1 dilaksanakan pada 25 Oktober 2025.”


5. Berpidato dan Presentasi Publik

Materi ini melatih kemampuan berbicara siswa di depan umum melalui pidato dan presentasi. Pidato merupakan bentuk penyampaian informasi, ajakan, atau gagasan secara lisan kepada audiens. Struktur pidato terdiri dari salam pembuka, pendahuluan, isi, dan penutup. Bahasa yang digunakan mencakup kata sapaan seperti Bapak/Ibu, teman-teman, serta kalimat ajakan seperti marilah kita.... Penekanan juga diberikan pada pengucapan, intonasi, dan ekspresi. Contohnya: “Marilah kita sebagai pelajar menjadi agen perubahan melalui literasi digital yang cerdas dan kritis.”


6. Teks Prosedural Kompleks

Teks ini bertujuan memberikan petunjuk atau langkah-langkah untuk melakukan suatu kegiatan yang bersifat teknis atau kompleks. Struktur teks mencakup tujuan, daftar alat dan bahan, serta langkah-langkah kerja yang disusun secara berurutan. Ciri kebahasaan teks prosedural mencakup penggunaan kalimat imperatif seperti potonglah, campurkan, serta konjungsi waktu seperti kemudian, setelah itu. Contoh teks: “Cara membuat akun email: buka gmail.com, klik ‘buat akun’, isi data, dan konfirmasi.”


7. Literasi Visual dan Digital

Materi ini menekankan pada kemampuan memahami dan menganalisis teks dalam bentuk visual dan digital, seperti infografik, komik, poster, atau video. Siswa diajak untuk menginterpretasikan isi pesan yang disampaikan secara visual dan membandingkan informasi antara bentuk cetak dan digital. Fokus aktivitas mencakup membaca isi infografik, menganalisis gambar, serta menyampaikan kembali pesan yang terdapat dalam media visual. Contoh: Menganalisis poster “Cegah Hoaks dengan Saring sebelum Sharing” untuk menemukan pesan utamanya.